Setelah
les dg adikku di rumah, sahabat2 mba Acih ribut...ternyata mereka
diberi tugas menggoreng pisang di sekolahnya. Mereka sudah merencanakan
akan membuat baki(tempat) pisang goreng tersebut dari daun pisang.
Ternyata mereka ingat, kami pernah ada pesanan membuat tempat nasi kuning/ tempat snack utk resepsi dengan hiasan daun pisang.
Celoteh mereka tidak berhenti-berhenti, ternyata setelah didengar-dengar, tugas mereka itu utk hari Sabtu 2 minggu lagi ??!!!
Wah..wah..semangat
mereka memang tinggi, dikepala mereka sudah bermunculan ide2 kreative.
Mereka sudah menyusun rencana, kapan dan bagaimana menyiapkan
bahan-bahannya.
Hmm....they make me proud..!!! Ternyata mereka
bersemangat selalu utk berkreasi. Dalam hatiku berteriak,"anak didik
saya tuh...!!!"
Satu hari sebelum ajang kreasi mereka di kelas
masing2, mereka sudah menyiapkan wadah/bakinya, mereka membuatnya di
rumahku pada saat aku sedang kerja. Jadi mereka membuatnya dengan
dipandu mba Acih (harus itu!!) dan adikku.
Karena aku tidak ikut
andil dalam pembuatan wadah/bakinya, mereka merengek agar aku ikut
menyaksikan mereka brkreasi membuat gorengan dan menghiasnya di kelas.
Memang
sudah menjadi tugasku, disaat aku libur kerja di hari Sabtu, tugasku
dan mba Acih tentunya, yang menjemput Ifa, anak dari kakaku, di
sekolahan yang sama dengan sahabat-sahabat mba Acih.
Akhirnya aku menjemput Ifa lebih awal dari biasanya.
Disana
aku makin bangga dengan anak-anakku...mereka ternyata mampu menjadi
leader utk teamnya. Dan mereka yang menghandle tugas utamanya.
Salah
satu dari mereka menjadi juara 2, utk penyajiannya. Lihat saja, mereka
menyuguhkannya di wadah/baki yang cantik dengan dihiasi strawbery dan
dengan potongan yang unik. Ternyata mereka bikin bunga matahari di taman
strawbery...!!! Hee..he...
Ada banyak pelajaran yang aku dapati disana.
Bagaimana menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya.
Aku
salut dengan 2 ibu yang menyempatkan diri untuk ikut menyaksikan
anaknya berkreasi. Mereka menyemangati anaknya. membuat anak mereka
merasa bangga akan hasil kerjanya. Dan mereka mempunyai kesempatan
menunjukan kerja nyata mereka ke orang tua.
Aku tau persis
bagaimana sibuknya 1 ibu yang ikut menyaksikan anaknya beraksi di
sekolah, beliau adalah ibu rumah tangga yang juga pembuat roti utk
toko-toko dan pasar2. Rotinya sangat laris. Dan beliau selalu
menyempatkan diri ikut dalam kegiatan anak-anaknya.
Melihat itu,
aku berdoa.."Ya Alloh, berilah hambamu ini kesempatan untuk menjadi ibu
yang baik, yang bisa membimbing anak-anak menjadi mandiri, kreative,
cerdas, optimis, berguna untuk diri sendiri, sekitarnya, dan agama dalam
segala hal. Amin.."