Diposting oleh
amik di MP pada Nov 17, '08 3:19 AM
Tiap pagi, saat berangkat ke kantor,
aku lihat ada daun semanggi di pinggir japak biasa aku lewat. Jadi inget waktu sering ke sawah dulu...Jadi inget PK VIII !!
PK kali ini MENANTANG..!!! Bikin kita jadi tambah ilmu..selain tambah kreasi.. PK yang di gagas oleh
mba Dian terasa jadi lebih menantang dan padat isi (ilmu) dengan tema dari
penggagas (mba Dian) dan dari bu moderator yang ditunjuk kali ini, yaitu
Mba Arifah. Tema tersebut..."Hari ini Aku Lihat..." dengan penjelasan tema seperti
di sini.
Sebelumnya..kita cari tau dulu apa dan bagaimana "semanggi" si unik nan menarik ini..
Semanggi - sejenis tumbuhan dari golongan paku-pakuan
Semanggi adalah sekelompok paku air (
Salviniales) dari marga
Marsilea) yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi.
Morfologi
tumbuhan marga ini khas, karena bentuk entalnya yang menyerupai payung
yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Akibat bentuk
daunnya ini, nama "
semanggi" dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa, seperti klover.
Semua anggotanya heterospor: memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin. Daun tumbuhan ini (
biasanya M. crenata) biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi, khas dari daerah Surabaya.
MARSILEA CRENATA PRESL.
Semak,
menjalar, panjang ± 25 cm. Lunak, berupa stolon, hijau kecoklatan.
Majemuk, tiap tangkai terdiri dari tiga atau empat helai daun, lonjong,
tepi rata, pangkal runcing, panjang ± 2 cm, lebar ± 1 cm, hijau.
Sporocarpia
terletak dekat pangkal tangkai daun, lepas/berdiri sendiri, kelopak
dua, panjang 3-5 cm, lonjong, hijau, ungu. Serabut, putih kotor.
Kandungan kimia Daun dan batang Marsilea crenata mengandung saponin dan polifenol.
Khasiat Daun dan batang Marsilea crenata berkhasiat untuk peluruh air seni.
Untuk
peluruh air seni dipakai ± 25 gram daun dan batang segar Marsilea
crenata, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai aimya tinggal
setengah, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sehari
sama banyak pagi dan sore.
SEMANGGI GUNUNG
Nama latin: Hydrocotyle sibthorpiodes Lamk.
Nama daerah: Daun asam kecil; Calincing; Mala-mala; Cembicenan
Deskripsi tanaman:
Semak menjalar atau merayap, berongga beruas-ruas, ruas yang
bersentuhan, dengan tanah keluar akar, warna hijau. Daun bulat, ujung
rompang, warna hijau. Bunga kecil keluar di ketiak daun, mahkota bentuk
corong, warna kuning keputihan. Buah buni, lonjong, buah muda berwarna
hijau, dan buah tua berwarna hitam
Habitat: Tumbuh pada tempat yang terkena sinar matahari atau agak rindang pada dataran rendah hingga ketinggian 3000 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Saponin; Zat samak
Nama simplesia: Hydrocotyle sibthorpioidi Herba
Khasiat: Antiinflamasi; Diuretik
Banyak manfaat dari daun semanggi: Daun Semanggi Penurun Panas , Daun Semanggi Sembuhkan Penyakit Darah Tinggi , Menyembuhkan Batuk
Semanggi gunung segar 25 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Menyembuhkan Asma ,,
Obat mendengkur dan menjadi sesak napas ,
Rambut rontok , Sakit gigi karena gigi nya berlubang Sebagai obat kumur ,
Makanan Liar yang Dianjurkan untuk Kura-kura Darat Herbivora
Keunikan lengkungan daun itu juga pernah memunculkan sebuah
mitos:
barang siapa menemukan daun semanggi berlengkung lima dan
menempatkannya dalam buku, jadilah ia orang pintar. Sayang, itu cuma
mitos.
Semanggi adalah nama kelurahan paling tenggara Kota Solo yang dua sisi wilayahnya berbatasan dengan Pemkab Sukoharjo.
****---***
Di Jakarta, meluncur sedikit ke arah selatan kita akan menemukan
jembatan semanggi,
dengan melihatnya dari atas kita pasti tahu kenapa jembatan tersebut
dinamakan jembatan semanggi karena bentuk dari arsitektur jembatan
tersebut mirip dengan daun semanggi
Cara Pengolahan daun Semanggi dapat di lihat
di sini. dan juga di
JawaPos
Nah..dah tau kan apa dan bagaimana semanggi itu... di PK VIII ini aku bikin kartu semanggi, aku bikin khusus untuk temenku yang suka ijo....
Alat dan Bahan:
1. kertas ijo tua (tebel) dan kertas HVS ijo muda
2. kertas hias warna kuning kunyit (aku ambil dari kertas pemberian mba Dian di US )
3. lem
4. gunting gerigi dan gunting biasa
5. puncher
6. cutter
7. kertas HVS hijau tua 80gr yang di quilling bentuk tetes air
Step 1 :
Gunting kertas tebal ukuran sekitar 20X15 cm, gunting HVS hijau muda ukuran 17X12 cm, lipat masing masing kertas.
Kertas
HVS yg sudah di potong dan ditekuk, lobangi dengan puncher sebagai
hiasan, kemudian beri lem di lipatannya, tempelkan pada lipatan kertas
tebal.
Hasil lipatan seperti ini

Step 2 :
pada sisi muka kartu... di kertas yang tebal, tempeli kertas motif, dan bagian tengahnya dilobangi dengan cutter

Step 3:
susun dan tempel kertas hasil quilling menyerupai semanggi, pada masing2 kotak.
sengaja aku bikin semanggi berdaun empat di kertas yang berlobang..(nempelnya di kertas bagian dalam/HVS ijo muda)
Bukan mau percaya pada mitos..(jangan..dilarang...) tapi biar unik saja...
Untuk mempercantik, bingkai kertas berlobang dengan potongan kertas HVS hijau tua
Step 4:
beri list pada bingkai dengan potongan kertas HVS hijau tua (80gr)